Kesenian Tari Ndolalak Khas Purworejo
Ndolalak merupakan kesenian khas kabupaten Purworejo dan sekitarnya. Tarian ini muncul karena pengaruh dari Belanda yang dimulai oleh tiga orang pemuda dari Sejiwan, Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, yaitu, Rejotaruno, Duliyat, dan Ronodimejo dan didukung oleh masyarakat sekitarnya. Musik yang mengiringi kesenian dolalak mengunakan musik yang sederhana yang berisi lantuanan syair-syair dan pantun-pantun Jawa. Alat musik yang digunakan mengunakan alat musik tradisional yaitu, Jidhur, terbang,dan kendang. Seiring dengan perkembangan zaman banyak pula yang menambahkan alat music keyboard saat pentas. Musik utama dalam kesenian Ndolalak adalah syairnya dan Jidur dimana keduanya sangat mempengaruhi gerak tari yang ditarikan.
Kesenian Ndolalak memiliki nilai dari gerakan menunduk (manggut manggut) yang memiliki maksud ajaran akhlak terhadap orang lain berupa penghormatan (menunduk) atau menghargai kepada orang yang lebih tua.Kesenian Ndolalak juga diharapkan menjadi media pengenalan nilai kepada masyarakat sebagai warisan yang dapat diestarikan dan nilai yang ada di dalamnya. Dapat dikatakan bahwa budaya akan terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.